..Tak Pernah Mudah Awalnya, Kuatkan Dia..
Airmataku sempat merebak sekitar tiga minggu lalu, entahlah...waktu itu perasaanku gundah sekali, as usual, hanya ingin menangis. Kala itu, (kebetulan) yang terlintas dalam kepalaku adalah "Den". Aku mengkhawatirkan kondisi sahabatku ini, tak sekalipun bisa terhubung dan bercakap-cakap. Seperti inginnya, komunikasi satu arah yang dia lakukan.
Tiga minggu lalu, aku memberinya offline messages lagi, sekadar memberinya dukungan. Siang ini, kudapatkan offline messages darinya (sepertinya dikirim kemarin, entah dari mana)...
[17:52] Den: NoN...
[17:52] Den: alhamdulillah sejauh ini keadaanku cukup baik...
[17:53] Den: terimakasih atas doamu... itu sangat aku butuhkan
[17:53] Den: lebih-lebih dalam minggu-minggu mendatang
[17:54] Den: maaf aku tidak cerita detil pada kamu...
[17:55] Den: yang jelas kondisiku sejauh ini stabil, tapi sakitku makin berkembang dan perlu tindakan invasif segera
[17:56] Den: insyaAllah pekan depan aku sudah mulai menjalani chemo di Jakarta...
[17:57] Den: dokterku memperkirakan 9 kali...
[17:58] Den: dengan kata lain, rentang waktunya hampir 7 bulan...atau doain aku kuat
[17:58] Den: dengan kata lain, rentang waktunya hampir 7 bulan...atau doain aku kuat
[17:58] Den: ya NoN...doain aku kuat...
[18:00] Den: oya, aku kena kanker kelenjar getah bening
[18:01] Den: pada saat pertama terdeteksi sekitar 3 bulan lalu, stadiumnya sudah stadium III
[18:02] Den: melihat perjalanannya, sekarang diperkirakan sudah stadium IV...
[18:03] Den: kategorinya sangat ganas...
[18:04] Den: secara medis, tidak ada cara lain kecuali kemoterapi...
[18:05] Den: alhamdulillah, seperti yang kamu bilang, banyak orang yang memberikan perhatian kepadaku
[18:06] Den: ini memberikan semangat dan kekuatan kepadaku untuk menjalani semua yang harus kujalani...
[18:06] Den: sekali lagi, aku mohon doamu NoN...
[18:06] Den: thanks...
Aku menghela napas panjang. Membayangkan kondisi Den sekarang. Mencari jawaban atas ketidaktahuanku ttg penyakit ganas itu. Aku menemukannya (thanx to search engine) dan menghela napas panjang lagi. Mencoba meresapi, membiarkan diriku merasa dalam kondisinya. Sakit tak cuma terasa di fisik, luruh semua keberdayaan yang ada selama ini.
Aku tahu, 'vonis' itu tak akan pernah mudah awalnya. Siapa pun yang menghadapi, pasti akan shock, lantas merasa tak berdaya, tak cukup kuat untuk berharap, karena...memang berat. Tapi, kita kan cuma manusia, tentu tak bisa menolak kehendak Yang Kuasa. Bagaimana pun keadaannya, harus tetap berusaha, berdoa, dan pasrah padaNya. Aku ingat, rocker kawakan, Gito Rollies, diambilNya karena penyakit ini. Ketabahan dan keikhlasannya, semoga menginspirasi Den.
Aku tahu, pasti berat Den...Awal sudah berlalu, kini, harus lebih kuat. Terapi apa pun yang bisa diupayakan, lakukan saja. Lagi-lagi, aku tahu ini berat. Terapi untuk kanker memang tak pernah mudah. Semoga Allah memberikan yang terbaik untuk Den (amin).

Recent Comments